wartanila, Cilacap – Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap mendorong penguatan kapasitas masyarakat melalui program pemberdayaan berkelanjutan.
Salah satunya diwujudkan denganpelatihan Manajemen Pemeliharaan Itik Model Good Farming Practice bagi kelompok binaan Program Kalijaran Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan (MAPAN) di Musala Darul Amal, Desa Kalijaran, Maos, Kabupaten Cilacap, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan yang melibatkan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto tersebut diikuti oleh perwakilan Kelompok Ternak Mintih Mulia, Gapoktan Margo Sugih, KWT Mekar Jaya Lestari, serta BUMDes Kalijaran.

Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menjelaskan pelatihan ini merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan usaha peternakan masyarakat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Pelatihan ini menjadi upaya perusahaan dalam memperkuat kapasitas peternak melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi masyarakat. Kami berharap pendampingan teknis budidaya itik berbasis Good Farming Practice dapat mendukung pengembangan usaha peternakan yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Agustiawan.
Menurutnya, pendekatan yang dikedepankan adalah budidaya itik berkelanjutan, yakni pengembangan usaha peternakan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan ternak, efisiensi penggunaan pakan, perbaikan sistem kandang, serta pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.
Pada sesi materi, dosen Fakultas Peternakan UNSOED, Ismoyowati menyampaikan praktik budidaya itik yang baik mulai dari periode pertumbuhan, standar kesehatan dan performa ternak, hingga penerapan standar Good Farming Practice pada kandang itik.
Pemateri lainnya, Titin Widiyastuti, memberikan pemahaman terkait kebutuhan nutrisi itik, pola pemberian pakan, pemanfaatan pakan komersial, serta alternatif pakan berbasis bahan lokal dan fermentasi guna meningkatkan efisiensi usaha peternakan.
Dalam sesi evaluasi dan diskusi, Dekan Fakultas Peternakan UNSOED, Novie Andrisetiyanto, menyoroti sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian dalam pengembangan peternakan itik di Desa Kalijaran. Di antaranya meliputi manajemen afkir bebek, perbaikan sarana kandang, serta pengelolaan limbah peternakan, khususnya pada unit kandang yang dikelola BUMDes Kalijaran.
Melalui pelatihan ini, Pertamina RU IV Cilacap berharap kelompok binaan Program MAPAN semakin siap mengembangkan usaha peternakan itik yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Desa Kalijaran dan sekitarnya.

